Custom Search

Category Archives: Budaya Sejarah

Buah Karya Henry Guntur Tarigan Untuk Simalungun Oleh: Masrul Purba Sidasuha (Henry Guntur Tarigan saat di Ulrich) Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan dilahirkan pada tanggal 23 September 1933 di Lingga Julu, Karo, Sumatera Utara. Beliau merupakan sosok yang sangat mencintai suku Simalungun dan juga Karo, masa hidupnya dihabiskan untuk mengkaji budaya Simalungun dan Karo. Beliau Selengkapnya . . .

TOKOH-TOKOH INSPIRATIF SUKU SIMALUNGUN (Yang dikumpulkan Neosimalungunjaya.com dari berbagai sumber) (logo Pemda Simalungun, sumber foto: google) 1 Tuan Bandar Alam Purba Tambak: Salah seorang pendiri Partuha Maujana Simalungun (PMS) dan juga pernah menjadi ketuanya serta sebagai penggagas gotong model Melayu dan mengkaji sejarah tentang penggunaan batik di Simalungun. Sambil bekerja beliau menyempatkan waktu untuk menerbitkan buku-buku Selengkapnya . . .

Tari Tradisional Simalungun: Tortor Huda-huda/Toping-toping ~Sebuah Tarian Pada Acara Adat Kematian di Suku Simalungun Oleh: Tim Tortor Elakelak Simalungun Konon ceritanya, pada sebuah kerajaan di Simalungun, seorang Putra Mahkota kerajaan meninggal dalam usia yang sangat muda. Kematian putra mahkota ini membuat goncangan dan duka yang mendalam bagi Puang Bolon (Permaisuri Raja). Anak satu satunya, calon pewaris tahta Selengkapnya . . .

DAMPAK PEMBANTAIAN KELUARGA KERAJAAN SIMALUNGUN,  PEMBAKARAN ISTANA DAN PERAMPASAN HARTA KEKAYAAN KERAJAAN TERHADAP KEMUNDURAN SUKU SIMALUNGUN oleh: Masrul Purba Sidasuha Sendainya di tanah Simalungun tidak pernah meletus ‘revolusi sosial’ yang menelan korban jiwa ratusan jumlahnya terutama kalangan bangsawaan dari keluarga kerajaan dan partuanon di Simalungun, barangkali orang Simalungun sekarang ini akan menduduki posisi nomor 1 di Selengkapnya . . .

SATUR NAGUR ~SEBUAH TRADISI YANG PATUT DILESTARIKAN  Oleh: Drs. Rikanson Jutarmadi Purba​ Para budak yang diperlukan diberi tugas untuk memindahkan potongan-potongan buah catur itu. Patung ini adalah Tuan (raja) sementara orang bisa menunjuk batu lain yang lebih menyerupai lesung padi sebagai timpa (kastil), potongan lain disebut sitori atau ratu, gajah atau menteri, huda atau kuda, Selengkapnya . . .

BIOGRAFI SINGKAT TUAN TANJARMAHEI PURBA TAMBAK ~ DARI KERAJAAN DOLOG SILOU Oleh: Masrul Purba Sidasuha Tuan Tanjarmahei Purba Tambak lahir kira-kira tahun 1856 putera Raja Dolog Silou Tuan Lurni dengan puteri Raja Raya. Ibunya meninggal sewaktu beliau berusia 10 tahun. Lima tahun kemudian ayahnya juga menyusul karena menderita sakit dan sempat berobat ke Batu Palit Selengkapnya . . .

TUAN BANDAR ALAM Oleh: Masrul Purba Sidasuha   Mengenang kembali Alm Tuan Bandar Alam Purba Tambak yang wafat sekitar 30 tahun yang lalu. Saya pribadi sangat respek dan mengapresiasi segala dedikasi yang telah beliau tunjukkan untuk Simalungun. Ia sangat sedih dituduh sebagai seorang feodal dan menindas rakyat serta jadi sasaran pembunuhan BHL, pada masa hidupnya Selengkapnya . . .

Hikayat Tuan Barotbot dan Si Malangu (Sebuah Folklore Dari Simalungun Hataran) Oleh: Masrul Purba Sidasuha Pada zaman dahulu berdiamlah suatu kelompok marga Damanik Rampogos di lingkungan Kerajaan Bandar, mereka mendiami suatu tempat bernama Barotbot. Mereka merupakan penduduk awal sebelum kehadiran marga Damanik Bariba yang datang dari Kerajaan Siantar dan sisa-sisa keturunan Nagur. Eksistensi mereka terdesak Selengkapnya . . .

Perda Suttil Oleh Drs Rikanson Jutamardi Purba, Ak “Pilkada kita ditunda. Mereka menggunakan segala upaya dan dana untuk memenangi kasasi. Biarkan saja begitu. Kita menggunakan apa yang tersisa pada kita. Kita akan memenangi pertarungan ini, mereka pasti tak akan menyangka. Saya akan mengusulkan perda Suttil sebagai bahan kampanye, sampai waktunya dilarang. Toh kita belum tahu, Selengkapnya . . .

TULISAN RINGKAS: KERAJAAN NAGUR CIKAL BAKAL SIMALUNGUN oleh: Masrul Purba Sidasuha Banyak pihak yang berusaha menutupi sejarah kebesaran peradaban Kerajaan Nagur, sebuah kerajaan besar yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Sumatera Utara hingga Aceh. Info terbaru yang saya peroleh, pada waktu Augustin de Beaulieu seorang jenderal Perancis pada tahun 1619-1622 memimpin ekspedisi bersenjata menuju India Selengkapnya . . .