Custom Search

Category Archives: Sejarah

3 Raja Simalungun

TIGA PEWARIS KERAJAAN SIMALUNGUN HADIRI  FESTIVAL KERATON NUSANTARA (FKN) XI CIREBON   Momentum Kerajaan Simalungun Hadiri FKN XI Cirebon 2017 Dapat Menjadi Tonggak Bersejarah Kebangkitan Peran Kebudayaan Simalungun Neosimalungunjaya.com – Kerajaan Simalungun hadiri Festival Keraton Nusantara (FKN) XI yang diselenggarakan di kota Cirebon mulai tanggal 15 hingga 19 September 2017. Tiga pewaris Raja Simalungun yang Selengkapnya . . .

PANGULU BALANG PURBA DOLOK – TURI-TURIAN “PANGULU BALANG” SANGGAH SAPARI – Oleh: Simalungun Frame/Hotman Damanik     Neosimalungunjaya.com – Pangulu Balang atau Hulu Balang (Mother Stone) merupakan salah satu legenda dari Tanoh Simalungun, Tanah Simalungun. Keberadaannya banyak ditemukan di berbagai daerah di Simalungun. Disebutkan fungsinya adalah sebagai Patung Pelindung Desa/Kampung yang dipahat atau terbuat dari Selengkapnya . . .

PERESMIAN RUMAH BOLON TUAN GUNUNG MALELA SINYAL BANGKITNYA MASYARAKAT ADAT SIMALUNGUN    Reportase: Mohon Sinaga     Neosimalungunjaya.com – Hari ini, Kamis (9/2017), Rumah Bolon Tuan Gunung Malela yang berlokasi di Nagori (Desa) Dolog Malela, Kabupaten Simalungun diresmikan dengan ditandai pengguntingan pita oleh Gubernur Tengku Erry Nurady yang diwakilkan Kadis Pariwisata Sumatera Utara. Acara adat peresmian Selengkapnya . . .

EROND DAMANIK: “AMARAH: Latar, gerak dan ambruknya swapraja Simalungun 3 Maret 1946″   Neosimalungunjaya.com – Buku tentang Revolusi Sosial Simalungun berjudul AMARAH, Latar, gerak dan ambruknya swapraja Simalungun pada 3 Maret 1946 adalah merupakan karya Erond Damanik, seorang pengajar tetap di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Ia merupakan peneliti aktif dalam tema sejarah dan kebudayaan. Aktif, sebagai Selengkapnya . . .

TUAN KALIAMSYAH SINAGA oleh: Masrul Purba Sidasuha   Tuan Kaliamsyah Sinaga, salah seorang tokoh Pergerakan Indonesia dari suku Simalungun yang ikut berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, sosoknya hingga kini belum mendapat penghargaan dari pemerintah RI. Beliau adalah pemangku Kerajaan Tanah Jawa di Simalungun, Sumatera Utara hingga meletusnya Revolusi Sosial di Sumatera Timur tahun 1946. Pada Selengkapnya . . .

Sejarah Suku Simalungun di Serdang Oleh: Juandaha Raya P Dasuha MTh Sabtu, 5 Desember 2015 Sumber: Sinar Indonesia Baru (SIB) Pendahuluan TBA Purba Tambak dalam bukunya Sejarah Simalungun (1982) menulis sekilas keberadaan suku Simalungun di daerah bekas Kesultanan Serdang (sekarang masuk Kabupaten Serdang Bedagai). Datuk-datuk penguasa pemerintahan tradisional di Serdang Hulu masih kerabat dekat dengan Selengkapnya . . .

Djaulung Wismar Saragih Sumbayak – Tokoh Simalungun (Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas) Neosimalungunjaya.com: Berikut adalah salah satu Tokoh Inspiratif Suku Simalungun, yakni Pendeta Djaulung Wismar Saragih Sumbayak, Ia merupakan Inisiator Kemandirian Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS). Generasi Muda Simalungun patut mengetahui sejarah hidup Tokoh Simalungun yang satu ini. Kita sebut Tokoh Inspiratif Simalungun Selengkapnya . . .

TOKOH-TOKOH INSPIRATIF SUKU SIMALUNGUN (Yang dikumpulkan Neosimalungunjaya.com dari berbagai sumber) (logo Pemda Simalungun, sumber foto: google) 1 Tuan Bandar Alam Purba Tambak: Salah seorang pendiri Partuha Maujana Simalungun (PMS) dan juga pernah menjadi ketuanya serta sebagai penggagas gotong model Melayu dan mengkaji sejarah tentang penggunaan batik di Simalungun. Sambil bekerja beliau menyempatkan waktu untuk menerbitkan buku-buku Selengkapnya . . .

DAMPAK PEMBANTAIAN KELUARGA KERAJAAN SIMALUNGUN,  PEMBAKARAN ISTANA DAN PERAMPASAN HARTA KEKAYAAN KERAJAAN TERHADAP KEMUNDURAN SUKU SIMALUNGUN oleh: Masrul Purba Sidasuha Sendainya di tanah Simalungun tidak pernah meletus ‘revolusi sosial’ yang menelan korban jiwa ratusan jumlahnya terutama kalangan bangsawaan dari keluarga kerajaan dan partuanon di Simalungun, barangkali orang Simalungun sekarang ini akan menduduki posisi nomor 1 di Selengkapnya . . .

SATUR NAGUR ~SEBUAH TRADISI YANG PATUT DILESTARIKAN  Oleh: Drs. Rikanson Jutarmadi Purba​ Para budak yang diperlukan diberi tugas untuk memindahkan potongan-potongan buah catur itu. Patung ini adalah Tuan (raja) sementara orang bisa menunjuk batu lain yang lebih menyerupai lesung padi sebagai timpa (kastil), potongan lain disebut sitori atau ratu, gajah atau menteri, huda atau kuda, Selengkapnya . . .