Custom Search

Category Archives: Sejarah

BIOGRAFI SINGKAT TUAN TANJARMAHEI PURBA TAMBAK ~ DARI KERAJAAN DOLOG SILOU Oleh: Masrul Purba Sidasuha Tuan Tanjarmahei Purba Tambak lahir kira-kira tahun 1856 putera Raja Dolog Silou Tuan Lurni dengan puteri Raja Raya. Ibunya meninggal sewaktu beliau berusia 10 tahun. Lima tahun kemudian ayahnya juga menyusul karena menderita sakit dan sempat berobat ke Batu Palit Selengkapnya . . .

TUAN BANDAR ALAM Oleh: Masrul Purba Sidasuha   Mengenang kembali Alm Tuan Bandar Alam Purba Tambak yang wafat sekitar 30 tahun yang lalu. Saya pribadi sangat respek dan mengapresiasi segala dedikasi yang telah beliau tunjukkan untuk Simalungun. Ia sangat sedih dituduh sebagai seorang feodal dan menindas rakyat serta jadi sasaran pembunuhan BHL, pada masa hidupnya Selengkapnya . . .

Hikayat Tuan Barotbot dan Si Malangu (Sebuah Folklore Dari Simalungun Hataran) Oleh: Masrul Purba Sidasuha Pada zaman dahulu berdiamlah suatu kelompok marga Damanik Rampogos di lingkungan Kerajaan Bandar, mereka mendiami suatu tempat bernama Barotbot. Mereka merupakan penduduk awal sebelum kehadiran marga Damanik Bariba yang datang dari Kerajaan Siantar dan sisa-sisa keturunan Nagur. Eksistensi mereka terdesak Selengkapnya . . .

TULISAN RINGKAS: KERAJAAN NAGUR CIKAL BAKAL SIMALUNGUN oleh: Masrul Purba Sidasuha Banyak pihak yang berusaha menutupi sejarah kebesaran peradaban Kerajaan Nagur, sebuah kerajaan besar yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Sumatera Utara hingga Aceh. Info terbaru yang saya peroleh, pada waktu Augustin de Beaulieu seorang jenderal Perancis pada tahun 1619-1622 memimpin ekspedisi bersenjata menuju India Selengkapnya . . .

HIOU KAIN TENUN TRADISIONAL SUKU SIMALUNGUN sumber: Blog Girsang Vision Neosimalungunjaya.com – Kain Adat Suku Simalungun disebut HIOU. Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos (disebut Uis di suku Karo). Kekhasan pada suku Simalungun adalah pada kain khas serupa Ulos yang disebut Hiou dengan berbagai ornamennya. Selengkapnya . . .

Suku Simalungun dan Karo di Deli dan Serdang oleh: Masrul Purba Dasuha Daerah Sumatera Timur meliputi Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batubara, Asahan, dan Labuhan Batu merupakan area penyebaran suku Karo, Simalungun, Toba, Angkola, dan Mandailing. Pada masa prasejarah daerah-daerah yang disebut di atas masih berupa lautan luas yang bergabung dengan Laut Cina Selatan. Akibat Selengkapnya . . .

ASAL-USUL TUAN HOJONG HATARAN (BERKEDUDUKAN DI PAMATANG DJORLANG HATARAN) Oleh: Lettu (Purn.) Toean Moesa Sinaga Nadihojong Hataran (Sumber: facebook…) Hatta, maka adalah seorang bernama Tuan Hojong Hataran jang datangnja dari Pulau Djawa ke Tanah Atjeh dengan maksud hendak menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan serta untuk mengembangkan kepandaianja pula di Pulau Sumatera. Sesudah beberapa bulan tinggal Selengkapnya . . .

SEJARAH KERAJAAN NAGUR Oleh : Nurdin Damanik (alm) dan Kadim Morgan Damanik* (*Masing-masing Keturunan Pangulubalang Sipolha Raja Sosiar Mangula Damanik dan Penulis Kedua Mantan Ketua Umum Partuha Maujana Simalungun Kab. Simalungun) (sumber: facebook….)   Umum Setelah mempelajari dan membaca beberapa buku-buku sejarah dunia dapatlah diketahui bahwa di daerah Nusantara atau lebih dikenal orang zaman sekarang Selengkapnya . . .

Kerajaan Silou Penerus Kerajaan Nagur (Bagian Pertama) oleh: Masrul Purba Sidasuha Pengantar Kerajaan Silou merupakan salah satu kerajaan kuno di Simalungun yang berdiri pasca kemunduran Kerajaan Nagur, wilayah kekuasaannya membentang mulai dari Asahan hingga sebagian tanah Simalungun sekarang. Sebagaimana halnya Nagur, Kerajaan Silou pernah mengalami kejayaan selama beberapa abad, dalam memperluas wilayah kekuasaannya, kerajaan ini Selengkapnya . . .

Rondahaim-Napoleon der Batak (Diceritakan kembali oleh Dr Sarmedi Purba) Raja Terakhir di Sumatera yang tidak mau takluk kepada Belanda (Seperti yang dituturkan oleh Jawasman Purba alias Asang dari Sondiraya, Kabupaten Simalungun, Sumut) Hanya Kerajaan Raya yang tidak dapat ditaklukkan oleh Pemerintahan Kolonial Belanda semasa pemerintahan Tuan Rondahaim (1928-1891), gelar Tuan Namabajan. Raja dengan ribuan tentara Selengkapnya . . .