Custom Search

Ringkasan Sejarah Pernikahan Leluhur Halak Simalungun Dengan Karo

oleh: Masrul Purba Dasuha

nagur Masrul gbr 14

SATU

Tuan Timbangan Raja Purba Tambak yang didudukkan sebagai penguasa di Silou Dunia dan merangkap sebagai panglima perang (Raja Goraha) Kerajaan Silou menikah dengan puteri Sibayak Pintu Banua (saudara dari Sibayak Jambur Lige) bernama Bunga Ncolei boru Karokaro Barus. Sejak masa pemerintahan Tuan Bedar Maralam, Kerajaan Dolog Silou Dunia yang pada masa itu beristana di Dolog Merawang, Silou Kaheian menjenguk permaisuri ke Kerajaan Raya. Pada masa berikutnya Karokaro Barus beralih menjadi anak boru dari Purba Tambak dan kalangan Tarigan Tambak yang berdiam di perbatasan daerah Simalungun-Karo tetap menjadikan Karokaro Barus sebagai kalimbubu.

 

DUA

Sebelumnya keturunan Purba Tambak yang berdiam di Tambak Bawang ada yang menikah dengan salah seorang puteri dari Sukanalu boru Sembiring Meliala, keturunannyalah Tarigan Tambak di Sukanalu dan Kebayaken. Adapun sebagian besar Tarigan Tambak di Tambak Bawang adalah keturunan Oppung Nengel yang juga merupakan keturunan dari puteri Sukanalu ini. Dari Tambak Bawang ini Tarigan Tambak menyebar ke kampung Bawang dan Ujung Bawang Kecamatan Dolog Silou.

 

TIGA

Marga Munthe dari Tongging dan Ajinembah (Simalungun: Aji Sinumbah) selama beberapa generasi mengambil isteri puteri Kerajaan Purba (Purba Pakpak) baik puteri raja langsung (panak boru) di Pamatang Purba, maupun dari Partuanon Purba Hinalang, dan Parbapaan Hinalang. Si Pining Sori (Munthe Tongging dan Ajinembah menyebutnya Si Raja Sori) yang merupakan leluhur Raja Raya merupakan keponakan (panogolan) Raja Purba. Kehadiran Si Pining Sori ke Raya Simbolon didasari akibat adanya konflik keluarga di Ajinembah, sebelum dia hijrah ke Raya Simbolon dia pernah berkunjung menemui pamannya Raja Purba di Pamatang Purba bersama dengan tujuh orang Juakjuak. Dalam perjalanannya menuju Raya Simbolon, dia bersama rombongannya sempat singgah dan menetap di kampung Garingging, kemudian meneruskan perjalanan hingga sampai Tingkos (Cingkes), salah seorang keturunan marga Purba Sigumondrong bergabung dalam rombongan mereka. Dari Tingkos mereka kemudian melintasi Purba Tua lalu sampai di Hinalang, salah seorang keturunan marga Sitopu di Hinalang juga tertarik mengikuti rombongan mereka. Dari sinilah awal kisah adanya Purba Sigumondrong dan Sitopu di Raya. Sesampainya di Raya Simbolon, Tuan Sipining Sori menemukan Saragih Sumbayak telah menjadi penguasa di Raya Tongah. Di Sipoldas dan Silampuyang sudah ada Saragih Sipoldas, Saragih Sidabuhit dan Saragih Sidauruk (dari daerah Sipoldas, salah seorang keturunan Saragih Sidauruk hijrah ke Simanondo).

 

EMPAT

Munthe dari Ajinembah merupakan tondong (Karo: kalimbubu) dari leluhur Karokaro Barus dan Karokaro Sitepu, sedangkan Munthe dari Tongging dan Ajinembah adalah tondong dari Purba Girsang di Si Lima Huta, hal inilah yang mendasari adanya tanah Purba Girsang di Tongging dan sekitar Si Pitu Huta Kecamatan Merek. Keturunan Purba Girsang yang menikah dengan boru Munthe dari Ajinembah disebut-sebut adalah manusia bunian yang sakti ahli penawar racun. Dari sinilah awal kisah lahirnya legenda Tarigan keturunan umang di tanah Karo yang sebenarnya hanya merujuk pada keturunan Purba Girsang/Tarigan Girsang/ Tarigan Gersang.

 

LIMA

Tondong pertama leluhur Munthe adalah marga Damanik Pasei dari Kerajaan Nagur, demikian juga Sembiring Meliala (dalam cerita rakyat Karo dikenal kisah Beru Ginting Pase yang meminta bantuan panglima bermarga Sembiring Meliala dari Sarinembah untuk mengkudeta Raja Nagur yang berkedudukan di Kuta Pase). Setelah Nagur mengalami kemunduran, marga Munthe mengambil isteri dari Kerajaan Purba (Purba Pakpak) seperti yang saya uraikan di atas. Marga Munthe merupakan leluhur marga Sigalingging dan Sitanggang, keturunan Sigalingging menjadi Saragih Garingging, Saragih Sitanggang, dan Saragih Manihuruk di Simalungun, di Karo keturunannya adalah Ginting Manik.

 

ENAM

Beberapa orang keturunan Purba Pakpak dari Parbapaan Hinalang mengambil isteri boru Karokaro Sinulingga, Karokaro Barus, dan Karokaro Sitepu dari Sukanalu, keturunan Purba Pakpak dari Hinalang ini pada zaman dahulu sering berniaga kerbau ke Sukanalu dan daerah Karo yang lain. Dari sinilah awal kisah adanya marga Lingga dan Sitopu di Simalungun yang merupakan keturunan dari Karokaro Sinulingga dan Karokaro Sitepu dari Sukanalu. Sedangkan Karokaro Barus di Simalungun menyatu ke dalam marga Lingga dan berinduk ke dalam marga Sinaga, pasca revolusi sosial tahun 1946 ketiga marga ini memisahkan diri dari Sinaga dan menjadi marga yang mandiri.