Custom Search

KISAH UNIK DI BALIK PENDIRIAN SANGNA 8 CAFÉ & RESTO TANGERANG

 

Sehat Damanik: “Suatu ketika ceramahku membuat gelisah”

 

Sehat Damanik, S.H., M.H. Pemilik Sangna 8 Cafe & Resto tangerang

 

Neosimalungunjaya.com – Sudahkah Anda berkunjung ke Sangna 8 Café & Resto Tangerang, milik Sehat Damanik, S.H., M.H., yang telah di launching pada 15 July 2017 lalu? Ternyata ada kisah unik dibalik pendirian Sangna 8 Café & Resto. Seperti apakah ceritanya, mari kita simak penuturan Sehat Damanik, S.H.,M.H. yang memiliki profesi lawyer ini.

Menurut pengakuan Pemilik Sangna 8 Cafe & Resto Tangerang ini, awal timbulnya niat mendirikan sebuah café & resto adalah dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan kampung halamannya yakni Desa (huta) Situri- Turi, Kec. Saribudolok, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara dan Tanah Simalungun pada umumnya.

Kampung halamanku tampak tertinggal pembangunnya dibanding dengan desa atau kampung lainnya,” akunya mengawali.

Suatu ketika, Sehat Damanik mencoba mencari tahu penyebabnya dan kemudian menemukan jawaban bahwa: kualitas Sumber Daya Manusia rendah dan ‘nihilnya’ jiwa entrepreneur (wirausaha) di kampungnya.

Setelah menyadarinya, ia dan teman-temannya yang tergugah kemudian memulai suatu program bernama Bimbingan Belajar sejak tahun 2009 dan masih berlangsung hingga sekarang. Tujuan mereka melakukan Bimbingan Belajar untuk anak Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya kelas 3 adalah untuk mencoba merubah mindset anak-anak kampung dan para orang tua tentang arti pentingnya pendidikan.

 

Program Bimbingan Belajar Menjadi sebuah Yayasan

Sehat Damanik, S.H., M.H. saat memberikan ceramah pada acara YPPM

Dari program sederhana itu kemudian lahirlah Yayasan Peduli Pendidikan Marsiurupan (YPPM) pada Februari 2015 – kegiatan telah dimulai sejak 2009, yang misi utamanya adalah untuk meluluskan sebanyak mungkin siswa SMA di kampung mereka (dan sekitarnya) ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berkualitas. Agar hasil dapat maksimal maka YPPM menjalin kerjasama dengan Ganesha Operation (GO) – salah satu pusat Bimbingan Belajar ternama di Indonesia.

Buah dari kerjasama itu, akhirnya berhasil meluluskan siswa/i dari kabupaten Simalungun ke beberapa Perguruan Tinggi Negeri ternama yang tersebar di Nusantara, dengan jumlah lulusan meningkat tiap tahun. Dimulai dari 12 orang tahun 2015, menjadi 32 orang tahun 2016 dan terakhir sebanyak 81 orang tahun 2017.

Gerakan ini terus berkembang yang awalnya mencakup daerah kecamatan Saribudolok saja, meluas ke Pematang Raya, Sidamanik dan terakhir sudah sampai ke Bosar Maligas – semuanya berada di wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Peserta penerima beasiswa pada dasarnya hanya menerima beasiswa untuk mengikuti Bimbingan Belajar Gratis selama satu Tahun di Ganesha Operation (GO). Untuk tahun 2017 – 2018, YPPM sudah memulai Bimbingan belajar gratis untuk kelas 2 dan 3 SMA, sehingga siswa kelas 2 akan mengikuti kegiatan ini selama 2 tahun. Di antara siswa yang telah lukus ke PTN ada sekitar 5 mahasiswi yang berasal dari keluarga tidak mampu dibantu oleh YPPM dan para sahabat secara keseluruhan termasuk uang kuliah, biaya hidup, kontrakan dan lain sebagainya.

 

Memberikan Motivasi bagi Siswa Penerima Beasiswa

Sehat Damanik, S.H., M.H

Untuk merangsang minat kewirausahaan penerima beasiswa bimbingan belajar Yayasan Peduli Pendidikan Marsiurupan (YPPM), Sehat Damanik, S.H., M.H. (Sekretaris YPPM) bersama pengurus lainnya telah merancang sebuah program; Minggu Pelajar, dan salah satu materinya adalah tentang kewirausahaan. Melalui program ini, YPPM menghadirkan para pengusaha menjadi narasumber. Dan, Sehat Damanik, S.H., M.H. pun turut menjadi salah satu narasumber untuk mendorong para orang tua siswa agar turut mendukung anak-anaknya menjadi wirausahawan, dan berangsur tidak menjadikan lagi “Pegawai Negeri sebagai tujuan utama”, bahkan sebelumnya mereka sampai harus menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

Hingga pada titik ini, secara perlahan telah terjadi gejolak (pergumulan) dalam hati Sehat Damanik,

Pada satu sisi aku menginspirasi mereka agar mau menjadi pengusaha, sementara aku sendiri belum memiliki pengalaman menjadi pengusaha. Masih sebatas seorang profesional Pengacara saja. Pergumulan ini mendorongku agar menjadi wirausahawan juga. Dan syukurlah akhirnya keinginanku ini terkabul dengan lahirnya Sangna 8 Café & Resto di Bingong, Tangerang.”

 

Bagiku usaha ini merupakan ajang pembuktian diri, bahwa aku harus mampu menjadi pengusaha yang sukses. Kesuksesan ini tentunya nanti akan kutularkan kepada banyak orang di Simalungun atau daerah lainnya,” tambah Pemilik Sangna 8 Cafe & Resto Tangerang ini.

 

Asal usul Nama “Sangna 8”

Sehat Damanik bersama pelanggan perdana Sangna 8 Cafe & Resto tangerang

Pemilihan nama “Sangna 8” sendiri terinspirasi dari nama besar Raja Sangnawaluh, Raja Kerajaan Siantar tahun 1857 – 1914. Beliau adalah seorang Muslimin, yang terkenal dengan delapan (8) prinsip dasar hidupnya, yaitu: Pengasih, Pelayan, Jujur, Berani, Bertanggungjawab, Teguh Pendirian, Saling Menghormati dan Membangun. Kedelapan prinsip ini pun diterapkan pada café & resto milik Sehat Damanik. Menurutnya, usaha ini dibangun dengan dua misi, yaitu sosial dan bisnis. Misi sosialnya adalah mengkampanyekan kepada pengunjung untuk tidak menggunakan narkoba, tidak korupsi dan jika mau maju maka harus bekerja keras. Ketiga pesan ini kami sampaikan melalui poster yang ditempel pada dinding café & resto.

Jika ada pertanyaan kenapa nama café & resto menjadi “Sangna 8” bukan “Sangnawaluh” sesuai dengan nama Sang Raja tadi; alasannya karena nama Sang Raja tersebut sangatlah besar, sehingga tentulah kami wajib memperlakukannya dengan penuh rasa hormat. Penamaan kami pada nama “Sangna 8”, maka angka “8” dibaca dalam bahasa Simalungun yaitu “waluh”. Sehingga nama “Sangna 8” bisa dibaca Sangnawaluh,” jelas Sekretaris YPPM ini singkat.

Setelah Sangna 8 terwujud, yang pasti ada kelegaan dalam hati. Capaian ini pantas kusyukuri karena sudah jauh di luar kemampuanku. Kemudian, tantangan baru segera muncul. Ternyata menjalankan bisnis tidak semudah yang kubayangkan. Pada awal beroperasi tantangannya sangat berat, bahkan pernah berpikir untuk menyerah, apalagi orang-orang di sekitarku juga mulai ragu. Namun ketika kerisauan itu muncul aku kembali ke niat awal pendirian usaha ini; yaitu memberi contoh sukses bagi orang lain. Jadi bagiku tidak ada pilihan lain, usaha ini harus sukses, atau aku hanya akan menjadi seorang pecundang yang hanya bisa ngomong. Semoga Tuhan menolongku,” ia menambahkan.

 

Sangna 8 Cafe & Resto Binong, Tangerang

 

Ciri Khas Sangna 8 Café & Resto Lainnya…

Sangna 8 Café & Resto membawa ciri ke-Nusantara-an.

Kami menyajikan beragam makanan halal Nusantara. Tentunya, aneka jenis makanan khas unggul dan nikmat dari berbagai pelosok Nusantara. Aneka menu ini akan terus berkembang, berubah demi melestarikan kuliner Nusantara.

 

Kiranya Sangna 8 Café & Resto bisa berdampak positif bagi masyarakat sekitar dan menjadi saluran berkat bagi banyak orang, khususnya Simalungun maupun Nusantara,” harap Sehat Damanik yang telah mengatasi kerisauannya.

(Admin NSJ – DEP)

 

Logo Sangna 8 Cafe & Resto

Aneka Masakan halal Sangna 8 Cafe & Resto

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIODATA SEHAT DAMANIK, S.H., M.H.
  • ~Pengacara di Law Office of DSS & Partners, Jakarta.
  • ~Dosen di Universitas Taruma Negara, Jakarta; Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Gunung Jati, Tangerang; dan Pengajar pada Pendidikan Khusus ~Profesi Advokat (PKPA).
  • ~Penulis buku: Hukum Acara Perburuhan (2004) dan Outsourcing dan Perjanjian Kerja (2006).
  • ~Status: Menikah dengan anak satu orang.
  • ~Tempat Tinggal: Tangerang.
  • ~Posisi di YPPM sebagaiSekretaris.
  • ~Facebook: Sehat Damanik
  • ~Email: sehatdamanik_lawyer@yahoo.com

 

SANGNA 8 CAFE & RESTO – BINONG, TANGERANG